Tampak jelas suasana kelas yang ramai , semua siswa sibuk
dengan tugasnya masing-masing. Ada yang bergerombol membicarakan tugas atau sekedar bermain-main. Suasana kelas bagaikan pasar yang ramai
pembeli begitu berisik dan menggema.
Susi, yani, eva, rina,rafli dan kevin pun begitu dalam suasana kelas yang ramai mereka duduk seperti
membentuk lingkaran berderet .
“eh guys, dari pada bengong dan males belajar mending kita
main, pada berani gak main tebakan makanan menurut inisial huruf dan yang kalah
harus terima resiko dapet 2 oles bedak dimukanya? “ tantang susi dengan alis
kanan naik keatas .
“ayo, siapa takut!” sahut rafli menerima tantangan susi.
“yaelah, Cuma main gituan doang, ayo gue jabanin.” Balas yani
dengan nada menyepelekan.
“aduh , udeh gak usah main sahut-sahutan langsung main aja”
sambung kevin yang sudah tidak sabar bermain.
“iya nih kelamaan ngomongnya, kapan mulainya “ salak eva
“ok mulai ya, ABC 5 dasar!” seru rina
(mereka semua langsung mengeluarkan jari tangan untuk mencari
huruf yang akan didapatkan dari tangan mereka).
Permainan semakin memanas dan menegangkan sekaligus membuat
muka mereka penuh dengan bedak tabur.
*****
Dalam suasana ramai tiba-tiba annisa berdiri didepan kelas
sambil memukul – mukul papan tulis dengan spidol. Semua murid kembali
ketempat duduk mereka masing-masing.
“teman-teman boleh saya minta waktunya sebentar, saya baru
saja mendapat kabar dari wali kelas bahwa salah satu teman kita meninggal dunia
kemarin yang bernama rasti Indira” tutur annisa dengan suara yang lembut tapi
keras dan tegas sambil menenangkan.
“(muka shock) hah …..itu serius nis, gimana bisa ? perasaan
dia kemarin disekolah masih baik-baik aja deh” Tanya susi terheran-heran
“iya sus, kata keluarganya, rasti Indira ditemukan dipinggir
jalanan kampung yang dibungkus karung dengan tali yang meliliti seluruh tubuh
dia.” Jelas annisa
“ko bisa? “ Tanya yani
dengan lugas
“gue juga gak tau persisnya gimana Cuma tadi wali kelas
bilang sepulang sekolah rasti gak kunjung pulang kerumah kemudian orang tuanya
langsung nyari dia dan waktu itu dia ditemukan jam 11 malam oleh warga sekitar
yang kenal sama orang tua Indira dan langsung dibawa kerumahnya dan dimakamkan
tadi pagi.
“ikh serem banget sih” sahut eva dengan menggerakkan badan
sambil menggeleng kepala.
“kasihan banget rasti masih muda tapi harus mati dengan keadaan yang gak wajar gitu “ sambung rina dengan wajah melas.
“ iya rin, maka dari itu gue harap kalian semua bantu doa ya
buat rasti semoga amal perbuatannya diterima disisi Allah swt dan dijauhkan
dari siksa kubur, ayo teman-teman kita baca surah AL-fatihah untuk mendoakan rasti. Sambung annisa
(semua siswa membaca
surat Al-fatihah sambil mengangkat kedua tangannya)
“ selesai ( sambil mengusapkan kedua tangan kewajahnya),
sekian dari gue. Terima kasih atas doanya ya. oh ya, ngomong-ngomong kita sebagai teman sekelas indira kalo ada yang mau kerumah orang tuanya sekedar ikut melepas kepergiannya kita bisa pergi kesana bersama-sama ” tutur annisa sambil berlalu
berjalan ketempat duduknya.
****
Bel berbunyi pertanda waktu telah pulang dan semua siswa
berhamburan keluar kelas . rina, eva, kevin dan rafli berjalan keluar kelas
sedangkan susi masih sibuk dengan buku-bukunya.
“Guys nanti malam jadi kan?” Tanya yani penuh pengharapan
“mau ngapain ?” Tanya eva dengan ketus
“iya mau ngapain sih ? “ Tanya rina bingung sambil menggaruk
garukan kepalanya
“lah ko jadi pada lupa gitu sih” sambung yani
“oh iya iya jadi yan” sahut rafli
“ditempat biasa kan ? “ kevin menyakinkan.
“ iya tempat biasa vin. va, rin gimana bisa kan ?”
“hmmmmm…..” (rina dan va terhening sejenak )
“gimana ya…. Gue….. gak ikut deh.” Ujar eva
“yah… kalo eva gak ikut gue juga gak ya…” seru rina
“lah ngapa jadi pada kompak begitu? Kan kita udah janjian,
bisain dong sekalian makan-makan bareng. Ikut ya……” bujuk yani
“duh gimana ya,,,,,,yaudah deh gue ikut “ jawab eva dengan
ragu-ragu
“yaudah berarti gue juga ikut deh kalo gitu” balas rina
“sus, lo perasaan gak kelar-kelar beresin buku ?” Tanya yani
kesal
(susi menoleh kearah yani ) “ ahahaha ….. sabar dong bentar
lagi juga kelar, emangnya knpa ” tanyanya bingung
“lo ikut kan tar malam kumpul” Tanya yani dengan lugas
“siap bos (sambil mengangkat tangan ke alisnya untuk meledek
yani) hahaha…. Pasti ikut gue, tenang aja “ jawab susi dengan nada santai
“ ok deh kalo gitu , berarti udh fiks semuanya bisa” tutur
yani didepan susi, rina, eva, kevin, dan rafli.
*****
Mereka menuju parkiran motor dan berlalu meninggalkan sekolah
menuju rumah mereka masing-masing.
Suasana malam dijalanan ibu kota yang sejuk dan mempunyai
aura tersendiri yang menghanyutkan setiap orang yang melewati jalanannya.
(mereka duduk bersama dan makanan pun telah tersedia tapi
kevin dan eva belum juga datang)
“nah ini dia sepasang sejoli baru datang, jam berapa nih ?”
salak rafli dengan penuh rasa kesal
“tau lama banget” sambung susi
“sorry –sorry, yang penting kan gue udah sampe sekarang”
jawab kevin sambil duduk ke meja.
eva pun berlalu duduk menghampiri mereka tanpa kata-kata.
Mereka berjalan ditaman di Sela-sela sore yang indah.tiba-tiba
susi berhenti dari jalannya. Karena
merasa susi terdiam, mereka ber 5 menghampirinya.
“ lo kenapa ? “ Tanya nisrina bingung
“iya lo tumben diem aja ?” Tanya kevin heran
“gue gak papa Cuma …. Gue kepikiran sesuatu nih! “ jawab susi
dengan nada sedih.
“Kepikiran apa lo sus ?” Tanya rafli dengan gaya slengeannya.
“lo semua ngerasa aneh gak sih?” Tanya susi
“aneh gimana maksudnya sus?” rina berbalik Tanya
“lo semua ngerasa gak sih motif dari meninggalnya rasti
Indira?” tutur susi sambil berlalu duduk dikursi taman.
“maksudnya ? “ kevin menunjukkan muka plengonya.
“coba deh kalian pikir , kasus meninggalnya rasti Indira itu
sama persis dengan kasus meninggalnya Fiona larasati .” terus menyakinkan
(mereka menghampiri susi)
“iya sih gue inget, mereka sama sama dibungkus dan diikat
menggunakan tali.”sambung yani sambil ikut duduk disebelah susi
“iya gue baru sadar lho”samber eva
“ berturut-turut dikelas kita meninggal dalam bulan yang
sama, setau gue mereka gak punya musuh deh. Gue takut kalo sebenarnya ada seseorang yang tidak suka sama
kelas kita” Kata susi yang termurung mengingatnya
“sus jangan sedih, mudah mudahan itu gak ada apa-apa” rina
menyemangati
“iya tenang aja , semuanya akan baik-baik aja.” Bujuk eva
“ayo kita pergi, gak baik lama lama sedih gitu. “ajak kevin
“Tau nih , santai aja lah. Gak akan terjadi apapun !” yakin
rafli yang memperlihatkan mukanya yang sok.
(mereka pun pergi dari taman dan melanjutkan perjalananya)
****
(kevin membuka pintu kelas dan berlari menghampiri , yani,
rina dan eva serta rafli dengan suara yang tergesah –gesah).
“gawat….. gawat…. Gawat…..” sentak kevin yang masih ngos-
ngosan
“ada apa sih ?” Tanya rina bingung
“tau loh, sabar. jangan buru-buru. Tarik nafas dulu baru
ngomong.” Omel yani
“ iya duduk dulu deh lo” seru eva
(kevinpun duduk dan menarik nafasnya kemudian kevin pun
menceritakan permasalahan yang terjadi )
“ini gue dapet surat dari Guru piket( sambil memberikan
suratnya kepada eva)” ujar kevin.
“surat apaan tuh ?” sambar rafli.
(eva membuka surat dan membacakan isi surat itu didepan
mereka).
“dengar dan lakukan jika ingin dia selamat. Ini akibat dari
kalian yang selalu membuat onar dan melukai hatiku. Kalau kalian ingin dia
kembali …..jemputlah .!. dan selamatkanlah sebisa mungkin atau kalian semua
akan MATI……….!”
Suasana menjadi tegang dan
terlihat tampak kecemasan dan badai
ketakutan dari raut wajah mereka.
****
bel istirahat berbunyi dan kelas pun nampak lengan dan hanya
terdapat kevin dan rina disudut ruangan.
“rin…. Gue boleh ngomong sesuatu”kata kevin sambil memegang
tangan rina yang sempat akan keluar kelas juga.
Rina menoleh ke arah kevin seraya melepaskan pegangan kevin
dan menghampiri duduk disebelah kevin.
“ada apa vin?” Tanya rina dengan muka datarnya
“sebe…sebe… “ kevin terlihat gugup sehingga sulit melanjutkan
perkataannya.
“sebe apaan sih vin ?” selak rina yang sangat kesal melihat
tinggkah kevin yang aneh
“anu….anu… sebenarnya (menghentikan perkataannya) . gak jadi
deh. Gak ada apa-apa, gue Cuma mau bilang lo nanti jangan ikut pergi kesana ya
“ jelasnya
“haha(muka tidak percaya) lo lagi bercanda kan ngomong begitu?”
Tanya rina bingung.
“gue serius rin”kevin menunjukkan muka keseriusannya
“lo gak sadar , gue pasti ikut . susi dalam bahaya dan gak
mungkin gue diem aja disini nunggu kabar dari lo semua” tutur rina sambil
meninggalkan kevin yang lesu atas perkataan rina tersebut.
(Kevin berlari dan menghadang rina yang akan keluar kelas)
“ada apa lagi vin?” rina menunjukkan wajah yang tidak suka
“gue gak mau apa-apa rin. gue Cuma mau minta maaf atas
perkataan gue tadi. lupain aja apa yang pernah gue bilang tadi, semua itu gue
lakuin karena gue gak mau lo kenapa-kenapa.” Mohon kevin sambil menatap wajah
rina.
“baiklah . gue memaafkan lo vin.makasih atas perhatiannya,
tapi lo gak perlu lakuin itu karena gue akan lakuin apapun demi sahabat gue.
Yasudah gue mau kekantin” ucap rina sambil membuka pintu kelas
*****
(Mereka sampai ditempat yang ditulis di dalam kertas itu.)
“eh kayaknya ini bener deh tempatnya?” yani langsung membuka
gerbang dan mencoba masuk.
“tar dulu yan” tahan kevin
“iya yan , lo yakin ini tempatnya . kali aja bukan ini.”
Ketus rafli yang terlihat tak ingin memasuki tempat yang seram itu.
“iya gue yakin, ini satu satunya rumah gadang yang terdekat,
lo ko takutan amat sih fli. Cowok bukan lo ?” hardik yani yang terlihat sangat
emosi
“yaudah kalo gitu, gak usah debat mending kita langsung masuk
aja” ajak eva yang pusing dengan tingkah rafli dan yani.
(mereka langsung memasuki tempat itu dengan cepat)
*****
mereka terus mencari tempat penyekapan susi dan tali sepatu eva pun terlepas sehingga eva
harus memasangnya terlebih dahulu
“susi…….”teriak yani, rafli kevin dan eva secara bergantian.
“aduh tali sepatu gue lepas nih, gue benerin dulu ya ,
kalian duluan aja “ ujar eva yang langsung membenarkan sepatunya
“ mau gue temenin gak va?”bujuk rina
“gausah rin lo duluan aja sama
anak-anak nanti gue nyusul” perintah eva
“yaudah gue duluan ya.” Seru rina yang langsung mengejar
yani, kevin dan rafli
eva pun selesai memasang tali sepatunya tapi dia merasakan ada seseorang yang memperhatikannya. eva kemudian langsung menyusul kawan-kawannya tapi nasib baik tak ada padanya. saat berjalan pria berjaket hitam itu menghampirinya dan membekapnya dengan cepat menggunakan cairan racun yang mematikan. eva pun tak bernyawa seketika dan di seret menuju ruang rahasia.
****
Sesampainya mereka
ditempat penyekapan susi. Rina dan yani langsung membuka ikatannya.
“ susi…..? eh itu susi. Ayo kita kesana” ujar rafli
“alhamdulilah kalian bisa temukan gue juga. Gue udh gak kuat
lagi nih kaki sama tangan gue keram.” Tutur susi
“iya sus, tunggu
sebentar ya gue sama rina akan cepet-cepet bukain iketan ini” ucap yani sambil
membuka tali iketannya.
“eh bentar deh , ko eva gak ada ya , kemana dia?” Tanya kevin
yang baru menyadarinya
“tadi dia benerin sepatu, tapi ko bener juga ya dia gak
muncul-muncul.”sahut rina
“yaudah gini aja deh , kita bagi tugas. Gue sama yani cari
eva . lo fli sama rina bantu gotong susi keluar ya. Nanti kita ketemu diluar”
seru kevin
“ok deh sip. Yaudah cepet deh lo cari eva perasaan gue gak
enak” tutur rafli
Kevin dan yani kemudan mencari eva tetapi sebelum susi, rina
dan rafli keluar dari belakang tampak sesosok lelaki itu mendekati . seketika
rafli dipukul menggunakan sikutnya dan langsung tergelepak lemah terjatuh dan
diseret hingga membentur tembok. rafli terbunuh seketika, rina dan susi yang
melihatnya tampak sangat histeris. Susi dan rina menengok kebelakang dan
berkata:
“rafli” ucap susi dan rina serentak.
“selamat datang kedepan pintu kematian kalian, kalian harus
terima akibatnya” ketus pria itu
“tolong hentikan semua ini , gue mohon”ujar rina dengan nada
yang sangat sedih
“ayo kita pergi” seru susi yang langsung berlari meskipun
badannya masih lemas
Susi dan rina pun berlari tapi tangan rina dipegang pria itu
dengan kuat dan rina mencoba berontak tapi tidak bisa . susi sangat bingung apa
yang harus dilakukan untuk menyelamatkan rina tapi rina justru menyuruh susi
untuk pergi menyelamatkan diri dan mencari bantuan.
“susi cepat kamu pergi, jangan hiraukan gue, cari bantuan
untuk selamatkan gue, gue akan baik-baik aja disini” teriak rina menenangkan
susi.
Susi pun mengikuti perintah rina dan berlari sekuat tenaganya
meskipun kakinya masih sangat keram akibat diikat itu.
“lo siapa? Mau apa sama gue dan teman-teman gue? Lepaskan gue
! gue gak ada urusan sama lo !” salak rina dengan lantang
“banyak bicara kamu!” pria itu marah dan langsung melempar
rina hingga membentur lantai.
Rina pun lemah dan tak berdaya dengan luka didahinya meskipun
begitu iya masih stengah sadar. Pria itu kemudian mengejar susi yang tadi
melarikan diri.
*****
Disudut ruangan yani dan kevin melihat sesosok kaki yang
tergeletak dan kemudian menghampirinya. Mereka berdua terkejut bukan kepayang karena didapati eva yang sudah
tak bernyawa disana.
“eva” teriak yani dengan penuh rasa tidak percaya sambil
merangkul badannya.
“ lo sadar eva! Sadarlah!”Kevin yang ikut terkejut langsung
mencoba menyadarkannya tapi eva tak kunjung sadar
Kemudian yani mencoba mendeteksi denyut nadinya dan didapati eva
sudah tak bernyawa lagi , mereka berdua histeris sedih kemudian mereka pergi
meninggalkan eva karena berniat mencari bantuan rina , rafli dan susi untuk
menggotong eva keluar.
Ditengah perjalanan menuju pintu, mereka berdua dikejutkan
lagi dengan tergeletaknya rafli dan rina dilantai dengan penuh darah. Mereka
berdua langsung menghampirinya
“rina, rafli” teriak mereka berdua.
“kalian kenapa, kenapa seperti ini, siapa yang melakukannya”
ujar yani dengan histeris.
Kevin menghampiri rina dan merangkulnya
“rina kamu bertahan, aku akan sesegera mungkin mencari
bantuan untuk membawa kalian semua kerumah sakit” tutur kevin yang sangat
histeris
“tidak perlu vin, gue udah gak kuat lagi . lebih baik lo
bantu susi karena dia dikejar pria itu.” Rina memerintah kevin sambil memegang
tanganya
“rina lo gak boleh
ngomong begitu, gue sayang sama lo, gue gak mau kehilangan lo . sejak lama gue
udah pendem rasa ini dan baru sekarang kata-kata ini keluar dari mulut gue”
hardik kevin dengan mengguncang-guncangkan badan rina
“terima kasih karena
lo udh sayang sama gue tapi waktu gue udah gak banyak lagi, gue harus pergi
tapi sebelumnya gue mau bilang kalo susi itu suka sama lo dan gue harap lo jaga
perasaan dia ya, selamat jalan vin” ucap rina yang langsung tak bernyawa lagi
dan badanya tegulai lemah.
Kevin sangat kehilangan rina hingga dia histeris.
“rina” teriak kevin dengan kencang
Tak lama kemudian kevin teringat dengan kata-kata rina bahwa
susi sedang dikejar oleh pria yang membunuh rina, rafli dan eva. Kevin
meletakkan tubuh rina kembali dan menghampiri yani
*****
Yani yang sangat histeris bersandar pada tembok karena dia
tidak percaya bahwa ketiga temannya kini sudah tiada.
“yani, sudah lo jangan nangis lagi , kita harus pergi
menyelamatkan susi karena dia tengah dikejar pria yang membunuh rina, rafli dan
eva” bujuk kevin sambil menarik tangan yani
Yani melirik ke arah kevin terkejut dan langsung mengikuti
rafli untuk mencari susi
*****
Susi terus berlari sekuat tenaganya
“mau lari kemana , kau sudah tidak punya siapa-siapa lagi
temanmu sudah mati semua! “ ketus pria itu yang terus mengejar susi
“plis gue mohon hentikan semua ini, gue minta maaf. Gue mohon
hentikan” kata susi dengan menangis dan nafas yang terengah – engah
“vin itu susi, “ ujar yani yang menunjukkan kearah hutan yang
gelap
“iya benar, ayo kita harus cepat tolong dia sebelum
terlambat” hentak kevin yang langsung berlari.
Yani pun berlari juga mengejar susi
“hentikan!” teriak kevin dengan kencang
“kalo lo berani tunjukin batang idung lo ?” tantang yani
dengan menaikan tanganya ke pinggang
Pria itu menoleh dan menghampirinya
“persetan kau semua, akan kuhabisi kau!” gretak pria itu
“yan lo samperin susi, biar gue yang lawan dia” perintah
kevin
“yasudah , lo hati-hati vin” yani mencemaskan sambil menepuk
pundak kevin
Kevin sudah bersiaga dengan mengepal kedua tanganya kedepan
dan pertempuran pun tak terelakkan lagi , keduanya penuh mendapatkan luka .
Kevin mendapat luka yang sangat parah dan darah dimana-mana sehingga dia harus
terkalahkan dan tergeletak diantara semak-semak yang rindang.
Yani dan susi terkejut melihat pria itu dari sebrang yang
akan menghampirinya. Mereka pun bergegas
untuk berlari. Ditengah perjalanan motor melaju sangat kencang hingga menabrak
pria itu sehingga terguling sampai kearah pohon dan dia pun meninggal seketik
dengan penuh darah disekujur tubuhnya
Susi dan yani menghentikan larinya dan menoleh kebelakang
karena mendengar suara motor yang menabrak sesuatu. Seketika mereka bertambah
histeris terlebih lagi susi yang mengetahui bahwa itu khairul yang
mencintainya.
“susi sudah kau jangan menangis lagi, gue juga berduka tapi
semuanya telah terjadi dan tak mungkin bisa kembali lagi” seru yani mencoba
menenangkan
(susi semakin histeris dan tergeletak lemas di tanah)
“lo kenapa sus, apa yang lo tau? Kenapa lo begini? “ Tanya
yani bingung sambil mengangkat susi dari bawah
Susi pun langsung memeluk yani dan menceritakan semua yang
terjadi
“yani , pria itu adalah khairul . kasus yang terjadi pada
rasti dan Fiona adalah sama dengan yang terjadi pada kita” jelas susi dengan
menceritakan kronologi kejadiannya.
FLASHBACK:
(susi terbangun dari pingsanya .dia sangat terkejut dan lalu
terus berteriak teriak sambil mencoba melepaskan ikatannya)
“tolong…. Tolong…. Lepaskan gue ….. tunjukkin batang idung
lo. Mau lo apa dari gue?” susi terus mengatakan kata-kata itu hingga
berkali-kali.
Sesosok laki-laki tinggi berjaket hitam dan tertutup wajahnya
menghampiri susi dan berkata:
“bagaimana susi rasanya diikat kencang disitu, sakit.(sambil
memegang dagu susi dan menatap dengan tatapan yang tajam) Itu balasan yang
harus kamu terima karena kau telah menyakiti hatiku . kau terlalu bodoh
mencintai orang yang tidak mencintai kamu .asal kamu tau, kevin hanya mencintai
rina , sampai kapan pun dia tak akan mencintai kamu dan teman-temanmu juga akan
merasakan sakit seperti yang aku rasakan karena telah membuli aku , mencaci
makiku dan mencemooh ku . dan kalian semua tega merusakkan barang yang sangat
berarti bagiku. Kamu bersiap siap yak karena kamu akan melihat satu per satu
temanmu mati …… “ berlalu meninggalkan susi sambil tertawa terbahak-bahak.
susi yang mendengarnya sangat terkejut sambil berteriak “ lepaskan
gue ….. gue tau itu lo khairul. Gue minta maaf karena gak terima cinta lo
bahkan gue curhat tentang dia sama lo tapi itu semua diluar dugaan gue dan lo
simpan dendam itu sampai sekarang. Khairul lepaskan gue…..” teriak susi semakin
kencang.
Khairul hanya menoleh sambil melepaskan penutup wajahnya,
susi kemudian terkejut tidak percaya bahwa dugaannya itu memang benar dan itu
adalah khairul.
*****
“apa?” Tanya yani yang sangat kaget “
gue gak percaya dan sangat
menyesal sekarang, tapi semuanya sudah terjadi dan kita tidak bisa mengembalikannya
lagi. Sekarang lebih baik kita pulang, gue tau lo pasti capek” bujuk yani lagi
“baiklah” kata susi yang mengikuti perintah yani
Yani pun merangkul tubuh susi dan Mereka berdua pulang dengan badan yang lemas dan lusuh
*****
Disuasana duka dipemakaman susi dan yani memanjatkan doa
untuk seluruh temannya yang meninggal sampai selesai ……
TAMAT
Komentar
Posting Komentar